Rabu, 27 Maret 2013

LAPORAN PRAKTIKUM FISIOLOGI MANUSIA "PENCERNAAN MAKANAN"


I.         Judul
Pencernaan Makanan
II.      Tujuan
1.    Mengamati kerja enzim yang terkandung dalam saliva.
2.    Menentukan gula sederhana.
3.    Menentukan bahan makanan yang mengandung amilum.
4.    Menentukan bahan makanan yang mengandung protein.
5.    Menentukan jenis bahan makanan yang mengandung lemak.

III.   Landasan Teori
A.    Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva
Enzim atau biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel. Enzim sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu. Enzim merupakan suatu protein seperti halnya protein lain, enzim dapat mengalami perubahan struktur apabila dikenakan pada suhu yang ekstrem. Bila terjadi perubahan struktur, enzim menjadi tidak fungsional lagi. Supaya dapat bekera secara optimal, enzim memerlukan kondisi (pH, suhu, kepekatan) tertentu. Kerja enzim bersifat spesifik, emzim ptialin hanya bekerja untuk amilum, enzim katalase untuk hydrogen peroksida dan sebagainya (Basoeki, 2000).
Enzim adalah substansi dengan dasar protein yang terdapat pada manusia, hewan, maupun tumbuhan. Enzim membantu proses metabolisme tubuh yang memungkinkan proses kehidupan dapat berjalan. Salah satu jenis enzim yang mempunyai peranan penting adalah enzim pencernaan. Enzim ini merupakan bagian integral dari proses pencernaan. Enzim pencernaan sudah mulai bekerja dari saat makanan masuk ke dalam mulut sampai makanan masuk ke dalam lambung, usus halus dan usus besar. Enzim berguna untuk memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Bagian yang lebih kecil inilah yang akan diserap melalui dinding usus (Medicastore, 2007).
Aktivitas enzim disebut juga sebagai kinetik enzim. Kinetik enzim adalah kemampuan enzim dalam membantu reaksi kimia. Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. Salah satu enzim yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim amilase. Enzim ini terdapat dalam saliva atau air liur manusia. Saliva yang disekresikan oleh kelenjar liur selain mengandung enzim amilase juga mengandung 99,5% air, glikoprotein, dan musin yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah dan menelan makanan. Amilase atau ptialin yang terdapat dalam saliva adalah α-amilase liur yang mampu membuat polisakarida (pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan menyerang ikatan glikosodat α (1 4). Amilase liur akan segera terinaktivasi pada pH 4,0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan (Taufik, 2009). Enzim amilase umumnya bekerja maksimal pada suhu tubuh normal dan aktivitasnya akan menurun seiring terjadinya penyimpangan dari suhu normal.
B.     Karbohidrat
Makanan adalah sesuatu yang dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Fungsi makanan antara lain: sebagai sumber energi, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung, sebagai pertahana  tubuh, menjaga tubuh dari kondisi stress, meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi reproduksi. Makanan yang kita makan terdiri atas karbohidrat, protein, lemak,vitamin, danj mineral. Zat makanan dapat dibagi menjadi 2, yaitu zat makanan makro (makronutrien) dan zat makanan mikro (mikronutrien). Makanan makronutrien meliputi karbohidrat, lemak, protein, sedangkan yang termasuk mikronutrien adalah mineral dan vitamin. Air termasuk dalam proses metabolisme zat makanan, air selalu diperlukan sebagai bahan esensial pemrosesan makanan di dalam tubuh. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1.      Monosakarida merupakan karbohidrat yang bersifat mudah larut dalam air dan rasanya manis. Contoh dari monosakarida adalah glukosa (gula, nasi, mie, roti), fruktosa (buah-buahan), manosa (jagung), dan galaktosa (umbi-umbian).
2.      Disakarida merupakan karbohidrat sifatnya sama seperti monosakarida. Contoh dari disakarida adalah maltosa (gabungan antara glukosadan fruktosa).
3.      Polisakarida yang terdiri dari amilum (contoh tepung terigu, maizena), selulosa (contoh sayuran yang berserat) dan glikogen (gula otot).

Tabel 1. Perbandingan antara monosarida dan disakarida
Macam Karbohidrat
Jumlah Gugus Gula
Contoh
Sifat
Monosakarida
Satu
Heksosa (glukosa, fruktosa, galaktosa), ribosa (penyusun RNA), deoksiribosa (penyusun DNA)
Rasa manis, mudah larut dalam air.
Disakarida
Dua
Laktosa (glukosa+galaktosa)
Sukrosa (glukosa+fruktosa)
Maltosa (glukosa+glukosa)
Rasa manis, mudah larut dalam air.

Monosakarida dan disakarida memiliki sifat yaitu rasanya manis, mudah dicerna, dan mudah larut dalam air sedangkan polisakarida memiliki sifat yaitu rasanya pahit, sulit dicerna, dan sulit larut dalam air. Sumber karbohidrat berasal dari padi, jagung, gandum, dan kentang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, mengatur sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan asam basa, membantu proses pencernaan makanan, membantu penyerapan kalsium, pembentuk lemak dan protein dan juga untuk metabolisme tubuh. Setiap molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormon-hormon tertentu.
Karbohidrat mempunyai beberapa fungsi penting, diantaranya adalah:
1.      Sebagai sumber energi utama.
2.      Sebagai komponen penyusun gen dalam inti sel yang amat penting dalam pewarisan sifat.
3.      Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori ).
4.      Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti lemak dan protein.
5.      Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.
Untuk menghasilkan energi, glukosa mengalami oksidasi. Prosesnya berlangsung bertahap, diawali dengan glikolisis, dekarboksilasi oksidatif, siklus Krebs, dan sistem transpor elektron.
C.    Protein
Protein banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia. Seperti pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi kehidupan organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Protein merupakan senyawa majemuk yang terdiri atas unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsur P dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari dasar.
Sifat-sifat suatu protein ditentukan oleh :
1.      Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein.
2.      Jumlah tiap macam asam amino.
3.      Susunan asam amino dalam molekul protein.
Ada beberapa asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh, sehingga harus didapat dari makanan sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin, fenilalanin, dan triptofan.
Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.
Adapun fungsi protein, yaitu :
1.    Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori ).
2.    Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang rusak.
3.    Pembuat enzim dan hormon.
4.    Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.
5.    Pembentuk antibodi.
D.    Lemak
Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam lemak. Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati. Lemak tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform. Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial.
Asam lemak bersenyawa kembali dengan gliserol membentuk lemak, dan selanjutnya diangkut oleh pembuluh getah bening usus atau pembuluh kil menuju ke pembuluh getah bening kiri pembuluh dada terus ke pembuluh balik bawah selangka. Selanjutnya lemak disimpan dijaringan adiposa ( jaringan lemak). Hal ini terjadi apabila masih ada glukosa yang dipergunakan sebagi sumber energi. Jika dibutuhkan, lemak akan diangkut ke hati dalam bentuk senyawa lesitin.
Adapun fungsi lemak sebagai berikut :
1.    Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori ).
2.    Pembangun bagian-bagian sel tertentu.
3.    Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
4.    Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah.

IV.   Alat dan Bahan
Kegiatan 1: Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva
Alat
1.      Tabung reaksi
2.      Rak tabung reaksi
3.      Corong gelas/ plastik
4.      Termometer
5.      Beaker glass ukuran 450 ml
6.      Hot Plate

Bahan
1.      Larutan amilum
2.      Larutan benedict
3.      Saliva
4.      Kertas Saring
5.      Aquadest
6.      Es batu
Kegiatan 2: Uji Karbohidrat
A.    Untuk menentukan guka sederhana
Alat:
1.      Bunsen
2.      Tabung reaksi
3.      Gelas ukur 25 ml
4.      Korek api
Bahan:
1.      Larutan glukosa 10%
2.      Larutan Benedict


B.     Untuk menentukan bahan makanan yang mengandung amilum
Alat:
1.      Cawan petri
2.      Lumpang porselin
Bahan:
1.      Larutan lugol
2.      Biskuit
3.      Roti
4.      Apel
5.      Kentang
6.      Tepung beras
7.      Putih telur



Kegiatan 3: Uji Protein
Alat:
1.      Gelas ukur 25 ml
2.      Tabung reaksi
Bahan:
1.      Reagen Biuret
2.      Gelatin
3.      Putih telur
4.      Kuning telur
5.      Susu sapi (bubuk)


Kegiatan 4: Uji Lemak
Alat:
1.      Kertas saring
Bahan:
1.      Minyak goreng
2.      Margarin
3.      Kentang
4.      Kacang tanah
5.      Tepung terigu


V.      Prosedur kerja

Kegiatan 1: Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva
Untuk melakukan percobaan ini air ludah (saliva) praktikan dikumpulkan terlebih dahulu. Saliva yang dikumpulkan dari praktikan yang tidak sedang mengunyah permen ataupun makanan. Saliva ditampung dalam tabung raeaksi dengan menggunakan corong. Selanjutnya saliva disaring dengan kertas saring sehingga diperoleh filtrat yang bening, dan akan digunakan dalam percobaan ini.
Percobaan hidrolisa amilum oleh enzim amilase
·         Disediakan tiga buah tabung reaksi yang diberi nomor 1, 2, dan 3. Ke dalam tabung reaksi pertama dimasukkan 5 ml filtrat saliva dan ditempatkan dalam rak tabung reaksi.
·         Ke dalam tabung ke dua dimasukkan larutan amilum 5 ml. Selanjutnya diambil tabung reaksi nomor tiga dan diisi dengan amilum sebanyak 2,5 ml dari tabung reaksi kedua dan juga dimasukkan 2,5 ml filtrat saliva dari tabung nomor satu. Dicatat waktu pemasukkannya, dalam interval 2 menit dilakukan pengamatan mengenai apa yang terjadi pada tabung nomor tiga.
Pengaruh temperatur terhadap kerja enzim amilase
·         Dikumpulkan saliva dari semua praktikan, selanjutnya saliva disaring dengan kertas saring. Sediakan ‘water bath’ selanjutnya di set pada suhu yang berbeda-beda berturut-turut 1=10°C, II=25°C, III=40°C, IV=50-55°C, V=70°C. Kemudian dilakukan percobaan sebagai berikut
·         Ke dalam lima buah tabung reaksi yang bersih dimasukkan larutan amilum masing-masing 2,5 ml. Kemudian masing-masing ditempatkan di:
ü  Tabung reaksi I dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 10-150C
ü  Tabung reaksi II dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 25 0C
ü  Tabung reaksi III dimasukkan ke dalam water bath pada suhu  400C
ü  Tabung reaksi IV dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 50-550C
ü  Tabung reaksi V dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 700C
Setelah kurang lebih 5 menit, ke dalam masing-masing tabung reaksi dimasukkan 0,5 ml saliva yang telah disaring. Dicatat waktu pemasukkannya. Dengan interval 2 menit, dilakukan percobaan Benedict, yaitu dengan cara meneteskan larutan Benedict sebanyak 10 tetes ke dalam masing-masing tabung reaksi. Diamati dan dicatat perubahan yang terjadi dalam interval dua menit.
Kegiatan 2: Uji Karbohidrat
A.  Menguji gula sederhana (monosakarida)
1.      Masukkan 2 ml larutan glukosa ke dalam tabung treaksi.
2.      Tambahkan 1 ml larutan benedict ke dalam tabung tersebut.
3.      Panaskan tabung reaksi tersebut sampai mendidih. Dinginkan selama 2-3 menit. Hati-hati saat mendidihkan mulut tabung reaksi jangan diarahkan ke muka Anda atau pun orang lain.
4.      Catalah perubahan yang terjadi pada larutan.
B.  Menguji bahan makanan yang mengandung amilum
1.      Larutkan satu sendok teh tepung beras ke dalam cawan petri.
2.      Teteskan 4-5  tetes larutan lugol ke dalam cawan petri berisi tepung beras tersebut.
3.      Perhatikan apa yang terjadi dengan warna tepung tersebut?
4.      Letakkan sepotong kecil roti diatas cawan petri, tetesi dengan 4-5 tetes larutan lugol. Catat perubahan warna yang terjadi.
5.      Ulangi pengujian untuk sepotong biskuit, apel yang dihaluskan, potongan kentang dan putih telur. Catalah hasil pengamatannya. Sajikan pengamatan dalam bentuk tabel.
Kegiatan 3: Uji Protein
1.      Masukkan putih telur ke dalam tabung reaksi.
2.      Tambahkan 2,5 ml air.
3.      Tambahkan 2,5 ml reagen biuret.
4.      Putar tabung reaksi dngan hati-hati sehingga larutan tercampur.
5.      Amati warna larutan yang terjadi.
6.      Ulangi langkah yang sama untuk kuning telur dan susus bubuk. Catat hasil pengamatan. Sajikan dalam bentuk tabulasi data.
Kegiatan 4: Uji Lemak
1.      Oleskan sedikit margarin diatas selembar kertas saring.
2.      Tunggu sekitar 5 menit, kemudian pegang dan arahkan ke sumber cahaya. Amatilah daerah kertas yang diolesi margharin tersebut.
3.      Ulangi langkah yang sama dengan menggunakan bahan minyak goreng, tepung terigu yang dilarutkan dalam air, kentang yang dihaluskan, dan kacang tanah.
4.      Catatlah hasil engamatan Anda. Sajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabulasi

VI.   Hasil Pengamatan

Kegiatan 1: Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva

Tabung
Komposisi
Suhu
Warna
Keterangan
I
Amilum+ aliva
10-15 0C
Biru bening
Tidak ada perubahan
II
Amilum+saliva
25 0C
Biru bening
Tidak ada perubahan
III
Amilum+saliva
40 0C
Biru bening
Tidak ada perubahan
IV
Amilum+saliva
50-55 0C
Biru bening
Tidak ada perubahan
V
Amilum+saliva
70 0C
Biru bening
Tidak ada perubahan
Kegiatan 2: Uji Karbohidrat
A. Menguji gula sederhana (monosakarida)
Jenis Bahan Makanan
Reaksi/Perubahan Warna
Hasil Uji Makanan
Benedict
Monosakarida
Larutan gula (glukosa)
Oranye
+

B.Menguji bahan makanan yang mengandung amilum
Jenis Bahan Makanan
Reaksi/Perubahan Warna
Hasil Uji Makanan
Lugol
Amilum
Roti
Biru kehitaman
+
Biskuit
Biru kehitaman
+
Apel
Coklat
-
Kentang
Biru kehitaman
+
Tepung beras
Biru kehitaman
+
Putih telur
Coklat
-

Kegiatan 3: Uji Protein
Jeni Bahan Makanan
Reaksi/Perubahan Warna
Hasil Uji Makanan
Reagen Biuret
Protein
Putih telur
Ungu muda
+
Kuning telur
Ungu muda
-
Susu sapi (bubuk)
Ungu muda
-



Kegiatan 4: Uji Lemak
Jenis Bahan Makanan
Perubahan Kertas Saring
Hasil Uji Makanan
Lemak
Margarin
Transparan
+
Minyak goreng
Transparan
+
Kacang tanah
Transparan
+
Terigu
Tidak transparan
-
Kentang
Tidak transparan
-

VII. Pembahasan
Air liur mengandung enzim ptialin atau enzim amilase yang bekerja pada suasana netral. Enzim ini berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa. Ketika amilum  masuk ke dalam rongga mulut, pada suhu dan pH tertentu , enzim ptialin akan bekerja mengubah amilum menjadi glukosa. Tetapi pada saat tubuh dalam suhu dan pH yang menyimpang dari normal ,maka kinerja enzim ini akan berkurang ,bahkan terhenti.

Berdasarkan pengaruh suhu , enzim ptialin yang terkandung dalam air liur akan bekerja dengan optimal pada suhu normal tubuh. Jika tubuh dalam kondisi tertentu ,misalnya sedang sakit, yang mengakibatkan suhu tubuh berubah , maka kinerja enzim ini  akan berkurang, akibatnya perubahan amilum menjadi glokusa tidak efektif.

Bahan makanan yang dicampurkan dengan lugol, berubah menjadi warna biru tua maka bahan makanan tersebut mengandung zat amilum, tetapi jika tidak berubah menjadi biru tua / warnanya tetap maka bahan makanan tersebut tidak mengandung amilum. Roti, biskuit, kentang, dan tepung beras berubah warna menjadi biru kehitaman setelah diteteskan lugol. Hal ini membuktikan bahwa bahan makanan tersebut mengandung amilum. Sedangkan pada apel dan putih telur tidak mengandung amilum karena warnanya tidak berubah menjadi biru kehitaman setelah diteteskan lugol.
Larutan gula  yang dicampurkan dengan benedict setelah dipanaskan berubah menjadi merah bata/ oranye, maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa tetapi jika tidak berubah menjadi warna merah bata atau warnanya tetap maka bahan makanan tersebut tidak mengandung glukosa.
Bahan makanan jika dicampurkan biuret atau NaOH + CuSO4 berubah menjadi ungu maka bahan makanan tersebut mengandung zat protein. Tetapi jika tidak berubah warna menjadi ungu maka bahan makanan tersebut tidak mengandung zat protein. Putih telur berubah warna menjadi ungu setelah dicampur dengan biuret. Ini membuktikan bahwa bahan makanan tersebut mengandung protein.
Bahan makanan jika diletakkan pada kertas saring terdapat bekas warna yang tajam atau transparan maka bahan makanan tersebut mengandung zat lemak. Tetapi jika tidak terdapat bekas warna yang tajam maka bahan makanan tersebut tidak mengandung zat. Margarin, minyak goreng, dan kacang tanah meninggalkan bekas transparan pada kertas saring, sedangkan tepung terigu dan kentang tidak meninggalkan bekas transparan. Ini membuktikan bahwa margarin, minyak goreng, dan kacang tanah mengandung lemak, sedangkan tepung terigu dan kentak tidak mengandung lemak.
VIII.  Pertanyaan
Kegiatan 1: Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva
1.      Tabung-tabung reaksi manakah yang memperlihatkan adanya perubahan warna?
2.      Warna apakah yang dapat saudara amati?
3.      Bagaimanakah hasil percobaan pada tiap temperatur?
4.      Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap enzim di dalam proses pencernaan?
5.      Apakah yang dimaksud dengan temperatur optimum dari enzim amilase?
6.      Mengapa suhu air harus dijaga mendekati suhu tubuh kita?
Jawaban:
1.    Pada percobaan yang kami lakukan tidak terlihat perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung, namun pada umumnya pada suhu 40°c akan terjadi perubahan warna karena pada suhu ini enzim dapat bekerja dengan optimal.
2.    Biru kehijauan.
3.    Warna tabung reaksi pada tiap temperatur sama.
4.     Temperatur optimum enzim amilase adalah temperatur dimana emzim tersebut dapat bekerja dengan optimal, yaitu sekitar 30°c-40°c.
5.    Agar enzim tidak rusak karena berada pada suhu seperti di dalam tubuh kita.
Kegiatan 2: Uji karbohidrat
Pertanyaan:
1.      Apakah glukosa dan fruktosa termasuk glukosa sederhana? Jelaskan!
2.      Bahan makanan apa saja (dari yang Anda uji) yang mengandung amilum dan apa saja yang tidak mengandung amilum?
Jawaban:
1.      Glukosa dan fruktosa termasuk gula reduksi atau gula sederhana. Gula pereduksi merupakan golongan gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron, contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Ujung dari suatu gula pereduksi adalah ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Semua monosakarida (glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi
Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihaslkan.
2.      Bahan makanan yg mengandung amilum biskuit, roti, kentang, dan tepung beras. Sedangkan  yang tidak mengadung amilum yaitu apel dan putih telur. Benda yang mengandung amillum akan berubah warna, setelah ditetesi lugol (iodium).
Kegiatan 3: Uji protein
Pertanyaan:
1.      Warna apa yang timbul setelah reagen biuret bereaksi dengan protein?
2.      Bahan makanan apa saja (yang anda uji) yang mengandung protein?
Jawaban:
1.      Warna yang ditimbulkan adalah warna ungu.
2.      Putih telur.
Kegiatan 4: Uji Lemak
Pertanyaan:
1.      Bagaimana keadaan kertas saring yang diolesi margarin?
2.      Mengapa dalam percobaan uji lemak, kertas yang telah diolesi bahan harus diarahkan ke sumber cahaya?
3.      Bahan makanan apa saja (yangAnda uji) yang mengandung lemak?
Jawaban:
1.      Kertas saring yang diolesi margarin menjadi transparan.
2.      Untuk memudahkan mengamati kertas saring yang menjadi transparan atau tidak dengan bantuan cahaya.
3.      Bahan makan yang mengandung lemak antara lain: margarin, minyak goreng, kacang tanah.
IX.   Kesimpulan
Berdasarka uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.      Fungsi enzim ptialin yaitu menguraikan pati dalam makanan menjadi gula sederhana ( glukosa dan maltose)
2.      Enzim ptialin tidak dapat bekerja apabila  dalam keadaan asam atau basa
3.        Enzim ptialin hanya dapat bekerja secara optimum apabila terdapat pada suhu 300-400.
4.      Bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah ditetesi lugol warnanya akan berubah menjadi biru/biru tua.

5.      Bahan makanan yang mengandung lemak setelah diusap-usapkan pada kertas akan meninggalkan bekas noda minyak sedangkan yang tidak mengandung lemak tidak meninggalkan noda minyak dan aromanya lain, tidak seperti bulu ayam yang dibakar.

6.      Bahan makanan yang mengandung protein setelah ditetesi larutan kapur dan tembaga sulfat warnanya akan berubah menjadi ungu.


Daftar Pustaka
Ganong, William F. 2003. Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
Slamet, Adeng. M. Tibrani. 2013. Penuntun Praktikum Fisiologi Manusia dan Hewan. Universitas Sriwijaya : Inderalaya.
Syamsuri, Istamar. dkk. 2007. Biologi Jilid 2A untuk SMA Kelas XI Semester 1. Penerbit Erlangga : Jakarta.











Lampiran
Gambar 1. Larutan glukosa yang telah diberi benedict kemudian dipanaskan.
Gambar 2. Larutan glukosa berubah warna menjadi oranye.









Gambar 3. Hasil uji protein, warna ungu menandakan adanya protein.
Gambar 4. Hasil uji amilum