I.
Judul
Pencernaan
Makanan
II.
Tujuan
1. Mengamati
kerja enzim yang terkandung dalam saliva.
2. Menentukan
gula sederhana.
3. Menentukan
bahan makanan yang mengandung amilum.
4. Menentukan
bahan makanan yang mengandung protein.
5. Menentukan
jenis bahan makanan yang mengandung lemak.
III.
Landasan
Teori
A.
Enzim
dan Kerja Enzim dalam Saliva
Enzim atau
biokatalisator adalah katalisator organik yang dihasilkan oleh sel. Enzim
sangat penting dalam kehidupan, karena semua reaksi metabolisme dikatalis oleh
enzim. Jika tidak ada enzim, atau aktivitas enzim terganggu maka reaksi
metabolisme sel akan terhambat hingga pertumbuhan sel juga terganggu. Enzim
merupakan suatu protein seperti halnya protein lain, enzim dapat mengalami
perubahan struktur apabila dikenakan pada suhu yang ekstrem. Bila terjadi
perubahan struktur, enzim menjadi tidak fungsional lagi. Supaya dapat bekera
secara optimal, enzim memerlukan kondisi (pH, suhu, kepekatan) tertentu. Kerja
enzim bersifat spesifik, emzim ptialin hanya bekerja untuk amilum, enzim katalase
untuk hydrogen peroksida dan sebagainya (Basoeki, 2000).
Enzim adalah
substansi dengan dasar protein yang terdapat pada manusia, hewan, maupun
tumbuhan. Enzim membantu proses metabolisme tubuh yang memungkinkan proses
kehidupan dapat berjalan. Salah satu jenis enzim yang mempunyai peranan penting
adalah enzim pencernaan. Enzim ini merupakan bagian integral dari proses
pencernaan. Enzim pencernaan sudah mulai bekerja dari saat makanan masuk ke
dalam mulut sampai makanan masuk ke dalam lambung, usus halus dan usus besar.
Enzim berguna untuk memecah makanan menjadi bagian yang lebih kecil. Bagian
yang lebih kecil inilah yang akan diserap melalui dinding usus (Medicastore,
2007).
Aktivitas
enzim disebut juga sebagai kinetik enzim. Kinetik enzim adalah kemampuan enzim
dalam membantu reaksi kimia. Tubuh manusia menghasilkan berbagai macam enzim
yang tersebar di berbagai bagian dan memiliki fungsi tertentu. Salah satu enzim
yang penting dalam sistem pencernaan manusia adalah enzim amilase. Enzim ini
terdapat dalam saliva atau air liur manusia. Saliva yang disekresikan oleh
kelenjar liur selain mengandung enzim amilase juga mengandung 99,5% air,
glikoprotein, dan musin yang bekerja sebagai pelumas pada waktu mengunyah dan
menelan makanan. Amilase atau
ptialin yang
terdapat dalam saliva adalah α-amilase liur yang mampu membuat polisakarida
(pati) dan glikogen dihidrolisis menjadi maltosa dan oligosakarida lain dengan
menyerang ikatan glikosodat α (1 4). Amilase liur akan segera terinaktivasi
pada pH 4,0 atau kurang sehingga kerja pencernaan makanan dalam mulut akan
terhenti apabila lingkungan lambung yang asam menembus partikel makanan
(Taufik, 2009). Enzim amilase umumnya bekerja
maksimal pada suhu tubuh normal dan aktivitasnya akan menurun seiring
terjadinya penyimpangan dari suhu normal.
B. Karbohidrat
Makanan adalah sesuatu yang
dapat dimakan dan berguna bagi tubuh. Fungsi
makanan antara lain: sebagai sumber energi, sebagai pembangun tubuh, sebagai pelindung, sebagai pertahana tubuh, menjaga tubuh dari kondisi stress, meningkatkan intelegensi, dan memelihara fungsi reproduksi. Makanan yang kita makan terdiri atas karbohidrat,
protein, lemak,vitamin, danj mineral. Zat makanan dapat dibagi menjadi 2, yaitu
zat makanan makro (makronutrien) dan zat
makanan mikro (mikronutrien). Makanan makronutrien meliputi karbohidrat, lemak, protein, sedangkan yang termasuk mikronutrien adalah mineral dan vitamin. Air termasuk dalam proses metabolisme zat makanan, air selalu diperlukan sebagai bahan esensial pemrosesan makanan di dalam tubuh. Karbohidrat merupakan senyawa organik yang mengandung unsur karbon, hidrogen, dan oksigen. Karbohidrat dibagi menjadi 3 golongan, yaitu:
1.
Monosakarida merupakan karbohidrat yang bersifat mudah larut dalam air dan rasanya manis. Contoh dari monosakarida adalah glukosa (gula,
nasi, mie, roti), fruktosa (buah-buahan), manosa (jagung), dan galaktosa (umbi-umbian).
2. Disakarida merupakan karbohidrat sifatnya sama seperti monosakarida. Contoh dari disakarida adalah maltosa (gabungan
antara glukosadan fruktosa).
3.
Polisakarida yang terdiri dari amilum (contoh tepung terigu, maizena), selulosa (contoh sayuran yang berserat) dan glikogen (gula otot).
Tabel 1. Perbandingan antara monosarida dan
disakarida
|
Macam Karbohidrat
|
Jumlah Gugus Gula
|
Contoh
|
Sifat
|
|
Monosakarida
|
Satu
|
Heksosa (glukosa, fruktosa, galaktosa), ribosa (penyusun RNA),
deoksiribosa (penyusun DNA)
|
Rasa manis, mudah larut dalam air.
|
|
Disakarida
|
Dua
|
Laktosa (glukosa+galaktosa)
Sukrosa (glukosa+fruktosa)
Maltosa (glukosa+glukosa)
|
Rasa manis, mudah larut dalam air.
|
Monosakarida dan disakarida
memiliki sifat yaitu rasanya manis, mudah dicerna, dan mudah larut dalam air
sedangkan polisakarida memiliki sifat yaitu rasanya pahit, sulit dicerna, dan sulit larut dalam air. Sumber karbohidrat berasal
dari padi, jagung, gandum, dan kentang. Karbohidrat berfungsi sebagai sumber energi utama, mengatur sebagai sumber energi utama, menjaga keseimbangan
asam basa, membantu proses pencernaan makanan, membantu penyerapan kalsium, pembentuk lemak dan protein dan juga untuk metabolisme tubuh. Setiap
molekul glukosa mengandung 38 ATP (adenosine trifosfat). Metabolisme
karbohidrat dipengaruhi oleh enzim-enzim dan hormon-hormon tertentu.
Karbohidrat mempunyai beberapa
fungsi penting, diantaranya adalah:
1.
Sebagai sumber
energi utama.
2.
Sebagai
komponen penyusun gen dalam inti sel yang amat penting dalam pewarisan sifat.
3.
Sebagai penghasil kalori (1 gram = 4,1 kalori ).
4.
Pembentuk senyawa-senyawa organic yang lain seperti
lemak dan protein.
5.
Menjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.
Untuk menghasilkan energi, glukosa mengalami
oksidasi. Prosesnya berlangsung bertahap, diawali dengan glikolisis,
dekarboksilasi oksidatif, siklus Krebs, dan sistem transpor elektron.
C.
Protein
Protein
banyak terkandung di dalam makanan yang sering dikonsumsi oleh manusia. Seperti
pada tempe, tahu, ikan dan lain sebagainya. Secara umum, sumber dari protein
adalah dari sumber nabati dan hewani. Protein sangat penting bagi kehidupan
organisme pada umumnya, karena ia berfungsi untuk memperbaiki sel-sel tubuh
yang rusak dan suplai nutrisi yang dibutuhkan tubuh.
Protein merupakan senyawa majemuk
yang terdiri atas unsur-unsur C, H, O, N, dan kadang-kadang terdapat unsur P
dan S. Molekul protein tersusun dari sejumlah asam amino sebagai bahan dari
dasar.
Sifat-sifat
suatu protein ditentukan oleh :
1.
Macam asam amino yang terdapat dalam molekul protein.
2.
Jumlah tiap macam asam amino.
3.
Susunan asam amino dalam molekul protein.
Ada beberapa
asam amino yang tidak dapat dibentuk oleh tubuh, sehingga harus didapat dari
makanan sehari-hari. Asam amino tersebut disebut asam amino esensial yang
berjumlah 8, yaitu : lisineleusin, isoleusin, treonin, metionin, valin,
fenilalanin, dan triptofan.
Protein dicerna secara kimia menjadi asam-asam amino
yang kemudian diserap pada dinding-dinding ahlus. Asam-asam amino tersebut
masuk ke pembuluh darah dan diangkut menuju ke sel-sel tubuh.
Adapun
fungsi protein, yaitu :
1.
Penghasil energi ( 1 gram = 4,1 kalori ).
2.
Pembangun jaringan-jaringan baru dan mengganti yang
rusak.
3.
Pembuat enzim dan hormon.
4.
Penjaga keseimbangan asam basa dalam tubuh.
5.
Pembentuk antibodi.
D.
Lemak
Lemak tersusun atas unsure-unsur C, H, dan O yang
merupakan senyawa majemuk. Lemak terdiri atas asam lemak dan gliserol. Pada
satu molekul lemak terdapat satu molekul gliserol dan tiga buah molekul asam
lemak. Sumber lemak dibagi menjadi dua macam, yaitu hewani dan nabati. Lemak
tidak dapat larut dalam air tetapi larut dalam eter, benzene, dan kloroform.
Lemak terdiri atas 2 komponen, yaitu asam lemak dan gliserol. Setiap 3 molekul
asam lemak berikatan dengan molekul gliserol membentuk trigliserida. Asam lemak
yang dibuat oleh tubuh disebut asam lemak nonesensial, sedangkan asam lemak
yang diperoleh dari makanan disebut asam lemak esensial.
Asam lemak bersenyawa kembali dengan gliserol membentuk lemak, dan
selanjutnya diangkut oleh pembuluh getah bening usus atau pembuluh kil menuju
ke pembuluh getah bening kiri pembuluh dada terus ke pembuluh balik bawah
selangka. Selanjutnya lemak disimpan dijaringan adiposa ( jaringan lemak). Hal
ini terjadi apabila masih ada glukosa yang dipergunakan sebagi sumber energi.
Jika dibutuhkan, lemak akan diangkut ke hati dalam bentuk senyawa lesitin.
Adapun fungsi lemak sebagai berikut :
1.
Sebagai penghasil energi ( 1 gram = 9,3 kalori ).
2.
Pembangun bagian-bagian sel tertentu.
3.
Pelarut beberapa vitamin, yaitu vitamin A, D, E, dan K
4.
Sebagai pelindung tubuh dari suhu rendah.
IV.
Alat dan
Bahan
Kegiatan 1: Enzim
dan Kerja Enzim dalam Saliva
Alat
1.
Tabung reaksi
2.
Rak tabung reaksi
3.
Corong gelas/ plastik
4.
Termometer
5.
Beaker glass ukuran 450 ml
6. Hot Plate
|
Bahan
1. Larutan
amilum
2. Larutan
benedict
3. Saliva
4. Kertas
Saring
5.
Aquadest
6. Es
batu
|
Kegiatan 2:
Uji Karbohidrat
A. Untuk
menentukan guka sederhana
|
Alat:
1.
Bunsen
2.
Tabung reaksi
3.
Gelas ukur 25 ml
4.
Korek api
|
Bahan:
1.
Larutan glukosa 10%
2.
Larutan Benedict
|
B. Untuk
menentukan bahan makanan yang mengandung amilum
|
Alat:
1.
Cawan petri
2.
Lumpang porselin
|
Bahan:
1.
Larutan lugol
2.
Biskuit
3.
Roti
4.
Apel
5.
Kentang
6.
Tepung beras
7.
Putih telur
|
Kegiatan
3: Uji Protein
|
Alat:
1.
Gelas ukur 25 ml
2.
Tabung reaksi
|
Bahan:
1.
Reagen Biuret
2.
Gelatin
3.
Putih telur
4.
Kuning telur
5.
Susu sapi (bubuk)
|
Kegiatan
4: Uji Lemak
|
Alat:
1.
Kertas saring
|
Bahan:
1.
Minyak goreng
2.
Margarin
3.
Kentang
4.
Kacang tanah
5.
Tepung terigu
|
V.
Prosedur kerja
Kegiatan
1: Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva
Untuk
melakukan percobaan ini air ludah (saliva) praktikan dikumpulkan terlebih
dahulu. Saliva yang dikumpulkan dari praktikan yang tidak sedang mengunyah
permen ataupun makanan. Saliva ditampung dalam tabung raeaksi dengan
menggunakan corong. Selanjutnya saliva disaring dengan kertas saring sehingga
diperoleh filtrat yang bening, dan akan digunakan dalam percobaan ini.
Percobaan hidrolisa amilum oleh enzim amilase
·
Disediakan tiga buah tabung reaksi yang
diberi nomor 1, 2, dan 3. Ke dalam tabung reaksi pertama dimasukkan 5 ml
filtrat saliva dan ditempatkan dalam rak tabung reaksi.
·
Ke dalam tabung ke dua dimasukkan
larutan amilum 5 ml. Selanjutnya diambil tabung reaksi nomor tiga dan diisi
dengan amilum sebanyak 2,5 ml dari tabung reaksi kedua dan juga dimasukkan 2,5
ml filtrat saliva dari tabung nomor satu. Dicatat waktu pemasukkannya, dalam
interval 2 menit dilakukan pengamatan mengenai apa yang terjadi pada tabung
nomor tiga.
Pengaruh temperatur terhadap kerja enzim amilase
·
Dikumpulkan saliva dari semua praktikan,
selanjutnya saliva disaring dengan kertas saring. Sediakan ‘water bath’
selanjutnya di set pada suhu yang berbeda-beda berturut-turut 1=10°C, II=25°C,
III=40°C, IV=50-55°C, V=70°C. Kemudian dilakukan percobaan sebagai berikut
·
Ke dalam lima buah tabung reaksi yang
bersih dimasukkan larutan amilum masing-masing 2,5 ml. Kemudian masing-masing
ditempatkan di:
ü Tabung
reaksi I dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 10-150C
ü Tabung
reaksi II dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 25 0C
ü Tabung
reaksi III dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 400C
ü Tabung
reaksi IV dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 50-550C
ü Tabung
reaksi V dimasukkan ke dalam water bath pada suhu 700C
Setelah
kurang lebih 5 menit, ke dalam masing-masing tabung reaksi dimasukkan 0,5 ml
saliva yang telah disaring. Dicatat waktu pemasukkannya. Dengan interval 2
menit, dilakukan percobaan Benedict, yaitu dengan cara meneteskan larutan
Benedict sebanyak 10 tetes ke dalam masing-masing tabung reaksi. Diamati dan
dicatat perubahan yang terjadi dalam interval dua menit.
Kegiatan
2: Uji Karbohidrat
A. Menguji
gula sederhana (monosakarida)
1. Masukkan
2 ml larutan glukosa ke dalam tabung treaksi.
2. Tambahkan
1 ml larutan benedict ke dalam tabung tersebut.
3. Panaskan
tabung reaksi tersebut sampai mendidih. Dinginkan selama 2-3 menit. Hati-hati
saat mendidihkan mulut tabung reaksi jangan diarahkan ke muka Anda atau pun
orang lain.
4. Catalah
perubahan yang terjadi pada larutan.
B. Menguji
bahan makanan yang mengandung amilum
1. Larutkan
satu sendok teh tepung beras ke dalam cawan petri.
2. Teteskan
4-5 tetes larutan lugol ke dalam cawan
petri berisi tepung beras tersebut.
3. Perhatikan
apa yang terjadi dengan warna tepung tersebut?
4. Letakkan
sepotong kecil roti diatas cawan petri, tetesi dengan 4-5 tetes larutan lugol.
Catat perubahan warna yang terjadi.
5. Ulangi
pengujian untuk sepotong biskuit, apel yang dihaluskan, potongan kentang dan
putih telur. Catalah hasil pengamatannya. Sajikan pengamatan dalam bentuk
tabel.
Kegiatan
3: Uji Protein
1. Masukkan
putih telur ke dalam tabung reaksi.
2. Tambahkan
2,5 ml air.
3. Tambahkan
2,5 ml reagen biuret.
4. Putar
tabung reaksi dngan hati-hati sehingga larutan tercampur.
5. Amati
warna larutan yang terjadi.
6. Ulangi
langkah yang sama untuk kuning telur dan susus bubuk. Catat hasil pengamatan.
Sajikan dalam bentuk tabulasi data.
Kegiatan
4: Uji Lemak
1. Oleskan
sedikit margarin diatas selembar kertas saring.
2. Tunggu
sekitar 5 menit, kemudian pegang dan arahkan ke sumber cahaya. Amatilah daerah
kertas yang diolesi margharin tersebut.
3. Ulangi
langkah yang sama dengan menggunakan bahan minyak goreng, tepung terigu yang
dilarutkan dalam air, kentang yang dihaluskan, dan kacang tanah.
4. Catatlah
hasil engamatan Anda. Sajikan hasil pengamatan dalam bentuk tabulasi
VI.
Hasil Pengamatan
Kegiatan 1: Enzim dan Kerja Enzim
dalam Saliva
|
Tabung
|
Komposisi
|
Suhu
|
Warna
|
Keterangan
|
|
I
|
Amilum+
aliva
|
10-15 0C
|
Biru bening
|
Tidak ada perubahan
|
|
II
|
Amilum+saliva
|
25 0C
|
Biru bening
|
Tidak ada perubahan
|
|
III
|
Amilum+saliva
|
40 0C
|
Biru bening
|
Tidak ada perubahan
|
|
IV
|
Amilum+saliva
|
50-55 0C
|
Biru bening
|
Tidak ada perubahan
|
|
V
|
Amilum+saliva
|
70 0C
|
Biru bening
|
Tidak ada perubahan
|
Kegiatan 2: Uji
Karbohidrat
A.
Menguji gula sederhana (monosakarida)
|
Jenis Bahan Makanan
|
Reaksi/Perubahan Warna
|
Hasil Uji Makanan
|
|
Benedict
|
Monosakarida
|
|
|
Larutan gula (glukosa)
|
Oranye
|
+
|
B.Menguji
bahan makanan yang mengandung amilum
|
Jenis Bahan Makanan
|
Reaksi/Perubahan Warna
|
Hasil Uji Makanan
|
|
Lugol
|
Amilum
|
|
|
Roti
|
Biru kehitaman
|
+
|
|
Biskuit
|
Biru kehitaman
|
+
|
|
Apel
|
Coklat
|
-
|
|
Kentang
|
Biru kehitaman
|
+
|
|
Tepung beras
|
Biru kehitaman
|
+
|
|
Putih telur
|
Coklat
|
-
|
Kegiatan 3: Uji Protein
|
Jeni Bahan Makanan
|
Reaksi/Perubahan Warna
|
Hasil Uji Makanan
|
|
Reagen Biuret
|
Protein
|
|
|
Putih telur
|
Ungu muda
|
+
|
|
Kuning telur
|
Ungu muda
|
-
|
|
Susu sapi (bubuk)
|
Ungu muda
|
-
|
Kegiatan 4: Uji Lemak
|
Jenis Bahan Makanan
|
Perubahan Kertas Saring
|
Hasil Uji Makanan
|
|
Lemak
|
||
|
Margarin
|
Transparan
|
+
|
|
Minyak goreng
|
Transparan
|
+
|
|
Kacang tanah
|
Transparan
|
+
|
|
Terigu
|
Tidak transparan
|
-
|
|
Kentang
|
Tidak transparan
|
-
|
VII.
Pembahasan
Air liur mengandung enzim ptialin atau enzim amilase yang bekerja pada
suasana netral. Enzim ini
berfungsi mengubah amilum menjadi glukosa. Ketika
amilum masuk ke dalam rongga mulut, pada suhu dan pH tertentu , enzim ptialin akan bekerja mengubah amilum menjadi glukosa. Tetapi pada
saat tubuh dalam suhu dan pH yang menyimpang dari normal ,maka kinerja enzim
ini akan berkurang ,bahkan terhenti.
Berdasarkan pengaruh suhu , enzim ptialin yang terkandung dalam air liur akan bekerja dengan optimal
pada suhu normal tubuh. Jika tubuh dalam kondisi tertentu ,misalnya sedang sakit, yang mengakibatkan suhu tubuh berubah , maka kinerja enzim ini akan berkurang, akibatnya perubahan amilum menjadi glokusa tidak efektif.
Bahan makanan yang dicampurkan dengan lugol, berubah
menjadi warna biru tua maka bahan makanan tersebut mengandung zat amilum,
tetapi jika tidak berubah menjadi biru tua / warnanya tetap maka bahan makanan
tersebut tidak mengandung amilum. Roti, biskuit, kentang, dan tepung beras
berubah warna menjadi biru kehitaman setelah diteteskan lugol. Hal ini
membuktikan bahwa bahan makanan tersebut mengandung amilum. Sedangkan pada apel
dan putih telur tidak mengandung amilum karena warnanya tidak berubah menjadi
biru kehitaman setelah diteteskan lugol.
Larutan gula
yang dicampurkan dengan benedict setelah dipanaskan berubah menjadi
merah bata/ oranye, maka bahan makanan tersebut mengandung glukosa tetapi jika tidak
berubah menjadi warna merah bata atau warnanya tetap maka bahan makanan
tersebut tidak mengandung glukosa.
Bahan makanan jika dicampurkan biuret atau NaOH +
CuSO4 berubah menjadi ungu maka bahan makanan tersebut mengandung zat protein.
Tetapi jika tidak berubah warna menjadi ungu maka bahan makanan tersebut tidak
mengandung zat protein. Putih telur berubah warna menjadi ungu setelah dicampur
dengan biuret. Ini membuktikan bahwa bahan makanan tersebut mengandung protein.
Bahan makanan jika diletakkan pada kertas saring terdapat
bekas warna yang tajam atau transparan maka bahan makanan tersebut mengandung
zat lemak. Tetapi jika tidak terdapat bekas warna yang tajam maka bahan makanan
tersebut tidak mengandung zat. Margarin, minyak goreng, dan kacang tanah
meninggalkan bekas transparan pada kertas saring, sedangkan tepung terigu dan
kentang tidak meninggalkan bekas
transparan. Ini membuktikan bahwa margarin, minyak goreng, dan
kacang tanah mengandung lemak,
sedangkan tepung terigu dan kentak tidak mengandung lemak.
VIII. Pertanyaan
Kegiatan
1: Enzim dan Kerja Enzim dalam Saliva
1.
Tabung-tabung reaksi manakah yang memperlihatkan adanya
perubahan warna?
2.
Warna apakah yang dapat saudara amati?
3.
Bagaimanakah hasil percobaan pada tiap temperatur?
4.
Bagaimanakah pengaruh suhu terhadap enzim di dalam
proses pencernaan?
5.
Apakah yang dimaksud dengan temperatur optimum dari
enzim amilase?
6.
Mengapa suhu air harus dijaga mendekati suhu tubuh
kita?
Jawaban:
1.
Pada percobaan yang kami lakukan tidak terlihat
perubahan warna yang terjadi pada setiap tabung, namun pada umumnya pada suhu
40°c
akan terjadi perubahan warna karena pada suhu ini enzim dapat bekerja dengan
optimal.
2.
Biru kehijauan.
3.
Warna tabung reaksi pada tiap temperatur sama.
4.
Temperatur
optimum enzim amilase adalah temperatur dimana emzim tersebut dapat bekerja
dengan optimal, yaitu sekitar 30°c-40°c.
5.
Agar enzim tidak rusak karena berada pada suhu seperti
di dalam tubuh kita.
Kegiatan 2:
Uji karbohidrat
Pertanyaan:
1.
Apakah glukosa dan fruktosa termasuk glukosa sederhana?
Jelaskan!
2.
Bahan makanan apa saja (dari yang Anda uji) yang
mengandung amilum dan apa saja yang tidak mengandung amilum?
Jawaban:
1.
Glukosa dan fruktosa
termasuk gula reduksi atau gula sederhana. Gula pereduksi merupakan golongan
gula (karbohidrat) yang dapat mereduksi senyawa-senyawa penerima elektron,
contohnya adalah glukosa dan fruktosa. Ujung dari suatu gula pereduksi adalah
ujung yang mengandung gugus aldehida atau keto bebas. Semua monosakarida
(glukosa, fruktosa, galaktosa) dan disakarida (laktosa,maltosa), kecuali
sukrosa dan pati (polisakarida), termasuk sebagai gula pereduksi
Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihaslkan.
Umumnya gula pereduksi yang dihasilkan berhubungan erat dengan aktifitas enzim, dimana semakin tinggi aktifitas enzim maka semakin tinggi pula gula pereduksi yang dihaslkan.
2. Bahan
makanan yg mengandung amilum biskuit, roti, kentang, dan tepung beras.
Sedangkan yang tidak mengadung amilum
yaitu apel dan putih telur. Benda yang mengandung
amillum akan berubah warna, setelah ditetesi lugol (iodium).
Kegiatan 3: Uji protein
Pertanyaan:
1. Warna apa yang timbul setelah reagen
biuret bereaksi dengan protein?
2. Bahan makanan apa saja (yang anda uji)
yang mengandung protein?
Jawaban:
1.
Warna yang ditimbulkan
adalah warna ungu.
2.
Putih telur.
Kegiatan 4: Uji Lemak
Pertanyaan:
1.
Bagaimana keadaan kertas
saring yang diolesi margarin?
2.
Mengapa dalam percobaan
uji lemak, kertas yang telah diolesi bahan harus diarahkan ke sumber cahaya?
3.
Bahan makanan apa saja
(yangAnda uji) yang mengandung lemak?
Jawaban:
1. Kertas saring yang diolesi margarin
menjadi transparan.
2. Untuk memudahkan mengamati kertas saring
yang menjadi transparan atau tidak dengan bantuan cahaya.
3. Bahan makan yang mengandung lemak antara
lain: margarin, minyak goreng, kacang tanah.
IX.
Kesimpulan
Berdasarka
uraian diatas, maka dapat disimpulkan bahwa :
1.
Fungsi enzim ptialin yaitu menguraikan pati dalam
makanan menjadi gula sederhana ( glukosa dan maltose)
2.
Enzim ptialin tidak dapat bekerja apabila dalam
keadaan asam atau basa
3.
Enzim ptialin hanya dapat bekerja secara optimum
apabila terdapat pada suhu 300-400.
4. Bahan makanan yang mengandung karbohidrat setelah ditetesi lugol warnanya
akan berubah menjadi biru/biru tua.
5. Bahan makanan yang mengandung lemak setelah diusap-usapkan pada kertas akan
meninggalkan bekas noda minyak sedangkan yang tidak mengandung lemak tidak
meninggalkan noda minyak dan aromanya lain, tidak seperti bulu ayam yang
dibakar.
6. Bahan makanan yang mengandung protein setelah ditetesi larutan kapur dan
tembaga sulfat warnanya akan berubah menjadi ungu.
Daftar Pustaka
Ganong, William F.
2003. Fisiologi Kedokteran. Jakarta : EGC
Slamet, Adeng. M.
Tibrani. 2013. Penuntun Praktikum
Fisiologi Manusia dan Hewan. Universitas Sriwijaya : Inderalaya.
Syamsuri, Istamar. dkk.
2007. Biologi Jilid 2A untuk SMA Kelas XI
Semester 1. Penerbit Erlangga : Jakarta.
Lampiran

Gambar 1.
Larutan glukosa yang telah diberi benedict kemudian dipanaskan.

Gambar 2.
Larutan glukosa berubah warna menjadi oranye.

Gambar 3. Hasil
uji protein, warna ungu menandakan adanya protein.

Gambar 4. Hasil
uji amilum